Rindu Yang Belajar Pulang
Langit tetap biru, tanah tetap setia menopang, tapi aku, -aku bukan lagi orang yang sama. Sejak dia memilih untuk menjadi masa lalu, aku menjelma asing bagi diriku sendiri. Aku menyusuri jalan-jalan asing, menyapa pagi dengan diam yang tak selesai. Tak ada yang tahu, bahwa di balik senyumku, tersimpan cerita yang tak sanggup kutulis ulang. Aku singgah di kota-kota yang tak menyapanya, menatap wajah-wajah asing yang tak membawa ingatan, dan belajar tertawa bukan karena bahagia, tapi karena dunia tak akan menunggu luka lama sembuh. Namun tiap langkah justru menyimpan jejaknya, dalam tatapan orang yang berlalu, dalam suara tawa yang serupa dengannya, dalam wangi senja yang pernah kami bagi. Langkahku kini sunyi, tapi lebih jujur dari segala janji yang dia ucapkan. Aku bukan lagi seseorang yang menoleh pada masa lalu, meski hatiku kadang masih tertinggal di sana. Aku berjalan bukan untuk melupakannya, melainkan untuk menyembuhkan diri dari harapan yang tak pernah dia jawab. Dul...